Minggu, 01 Desember 2013

Qira'ah



الْأُسْرَةُ بَيْنَ الْمَاضِي وَ الْحَاضِرِ
يَخْتَلِفُ نِظَامُ الْأُسْرَةِ الْآنَ عَنْ نِظَامِ الْأُسْرَةِ الْمَاضِي، وَ لِهذَا الْاِحْتِلاَفِ صُوَرٌ كَثِيْرَةٌ، مِنْهاَ: اِخْتِفَاءُ الْأَسْرَةِ الْكَبِيْرَةِ فِيْ كَثِيْرٍ مِنَ الْمُجْتَمِعَاتِ. كَانَتِ الْأُسْرَةُ الْكَبِيْرَةُ تَسْكُنُ فِيْ بَيْتٍ وَاحِدٍ كَبِيْرٍ، يَضُمُّ جَمِيْعُ أَفْرَادِهَا. اِخْتَفَتِ الأُسْرَةُ الْكَبِيْرَةُ، وَ ظَهَرَتِ الأُسْرَةُ الصَّغِيْرَةُ، الَّتِي تَضُمُّ الزَّوْجُ وَ الزَّوْجَةُ وَ الوَلَدُ أَوِ الْوَلَدَيْنِ.
مِنْ صُوَرِ الْاِحْتِلاَفِ، ضَعْفُ الْعَلَاقَةِ بَيْنَ أَفْرَدِ الأُسْرَةِ، فَقَدْ أَصْبَحَ الآبَاءُ يَقْضُوْنَ مُعْظَمَ الْوَقْتِ فِيْ أَمَاكِنِ الْعَمَلِ، وَ لاَ يَرَوْنَ أَطْفَالَهُمْ إِلاَّ قَلِيْلاً، لِأَنَّهُمْ يَخْرُجُوْنَ فِيْ الصُّبْحِ، وَ يَتْرُكُوْنَهُمْ نَائِمِيْنَ، وَ يَرْجِعُوْنَ فِيْ اللَّيْلِ، وَ يَجِدُوْنَهُمْ نَائِمِيْنَ. وَ مِنْ نَاحِيَةٍ أُخْرَى، يُغَادِرُ الْأَوْلَادُ الْبَيْتَ فِيْ الصَّبَاحِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ، وَ يَرْجِعُوْنَ فِيْ الْمَسَاءِ، فَتَبْقَى الأُمُّ فِيْ الْبَيْتِ وَحْدَهَا مُعْظَمَ الْوَقْتِ.
مِنْ صُوَرِ الْاِحْتِلاَفِ أَيْضًا، خُرُوْجُ بَعْضِ النِّسَاءِ مِنَ الْبَيْتِ إِلىَ الْعَمَلِ. وَ كَانَتِ الْمَرْأَةُ- فِيْ الْمَاضِي-لاَ تَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهَا إِلاَّ عِنْدَ الضَّرُوْرُةِ، أَمَّا الْيَوْمُ، فَقَدْ تُغَادِرُ الزَّوْزَةُ بَيْتَهَا فِيْ الصَّبَاحِ، وَ لاَ تَرْجِعُ إِلَيْهِ إِلاَّ فِيْ الْمَسَاءِ، وَ عِنْدَمَا تَرْجِعُ تَكُوْنُ مُتْعِبَةً، فَلاَ تَقُوْمُ بِعَمَلِ الْبَيْتِ مِنْ نَظَافَةٍ وَ إِعْدَادٍ لِلطَّعَمِ، وَ لاَ تَجِدُ وَقْتًا لِتَجْلِسَ مَعَ أَطْفَالِهَا أَوَ زَوْجِهَا، لِلْحَدِيْثِ فِيْ أُمُوْرِ الْأَوْلاَدِ وَ الْبَيْتِ.

Keluarga: Antara Masa Lalu & Masa Kini
            Peraturan keluarga pada masa kini berbeda dengan peraturan keluarga pada masa lalu. Maka dari itu, timbullah perbedaan yang beragam, diantaranya: Tertutupnya keluarga besar pada mayoritas masyarakat. Keluarga besar tinggal di sebuah rumah yang besar yang berkumpul semua anggotanya. Tertutupnya keluarga besar, dan tampak keluarga kecil yang terkumpul dari suami, istri, seorang anak atau dua orang anak.
            Dari beberapa segi perbedaannya, yaitu lemahnya hubungan antara anggota keluarga, bapak-bapak lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat kerja, dan jarang bertemu dengan anak-anaknya kecuali sebentar saja, karena mereka keluar rumah pada waktu subuh dan meninggalkan mereka dalam keadaan tertidur, dan pulang pada malam hari dan mendapatkan mereka dalam keadaan tertidur juga. Dan dari segi yang lainnya, seorang anak meninggalkan rumah pada pagi hari untuk pergi ke sekolah dan pulang sore hari, maka seorang ibu hanya menghabiskan waktunya di rumah sendirian.
            Dari segi perbedaan yang lainnya, yaitu keluarnya sebagian wanita untuk bekerja. Sedangkan pada zaman dahulu, wanita tidak keluar rumah kecuali ada kepentingan, sedangkan wanita pada zaman sekarang mereka cenderung meninggalkan rumah pagi hari dan pulang sore hari, dan mereka pulang dalam keadaan lelah, dan mereka tidak melakukan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah dan menyiapkan makanan dan mereka pun tidak mempunyai waktu untuk sekedar duduk-duduk dengan anak-anaknya atau suaminya untuk membicarakan perihal anak-anak dan rumahnya.

Catatan Kecilku


"AKU INGIN MEMBANGUN ISTANA DI JANNAHNYA WALAU HANYA DENGAN RP 5.000"

Membangun istana di Jannahnya adalah hal yang mudah bagi seorang mukmin...
tidak harus ia membeli semua bahan bangunan dalam satu waktu, namun hanya dengan sedikit demi sedikit menyisihkan sebagian hartanya yang menjadi milik sebaian orang diantaranya.
Bersedekah di waktu lapang itu sudah biasa, namun yang luar biasa adalah bersedekah dikala sedang dilanda kesempitan. Namun ada keyakinan bahwa inilah saat dimana Tuhan akan membangunkan Istana untuk kita di Jannah-Nya.
Alkisah ada seorang anak yang memang dididik oleh orang tuanya untuk memiliki sifat dermawan, selalu ia menyisihkan uangnya untuk ia masukkan ke dalam kotak amal, terutama di Masjid. Tak pernah orang tua itu memperhitungkan berapa sisa uang yang ia miliki jika sebagian uangnya ia sedekahkan, namun yang luar biasa adalah.... “ayo nak, kita menabung untuk akhirat kita, agar Allah membangunkan Istana di Jannah-Nya.”
Subhanallah, saat mendengar kata-kata itu, aku bergumam dalam hatiku “mengapa tidak?!”

Padahal  jika diukur dengan materi, mereka bukan termasuk dari keluarga yang berada, namun mereka adalah keluarga yang Allah berikan kemampuan untuk menggerakkan hati mereka agar senantiasa selalu membantu sesama.
Sungguh indah skenario yang Allah buat untuk kita perankan, begitu menakjubkan janji-Nya.
Dari sinilah aku belajar betapa Islam itu indah, betapa Allah itu maha memudahkan segala urusan kita.
“Maka ni’mat Tuhanmu yang manakah yang akan kamu dustakan?”

Rabu, 22 Mei 2013

WAHAI DIRIKU, WAKTU TERUS BERJALAN MAJU


Waktu terus berjalan maju
selagi Dia Yang Maha Perkasa menghendaki bumi terus berotasi dan tiada satupun yang sanggup menahan terbit matahari atau menunda gulita malam tiba,
maka 24 jam selalu tersedia untuk kita jalani sepanjang hari
7 hari sepekan
4 minggu sebulan
12 bulan setahun
hingga hari ini! detik ini
maka mulailah menghitung usia masing-masing juga mengukur jarak tempuh yang sudah kita lampaui
apa saja yang sudah berhasil dan belum teraih?
sudah dan belum terlaksana?
sudah dan belum terkaji?
sudah dan belum tersimak?
sudah dan belum tertetapkan?
sudah dan belum terkumpulkan?
sudah dan belum tertemukan?
apa saja yang sudah dan belum terjawab?
dan apa yang ada pada dirimu sudahkah engkau perhatikan?
(Q.S: adz dzaariyat: 21)

THIS IS LIFE
inilah kehidupan sesungguhnya
kemarin telah menjadi sejarah, esokpun masih menyimpan misteri,
hari ini-lah saatnya menatap dan menata kehidupan
bebaskan belenggu yang menghalangi jiwa untuk berfikir merdeka
tetaplah berdiri
tegakkan bahu
tetap lurus ke depan
buka diri anda
seka air mata
usap derita nestapa
tepis ragu dan malu
tumbuhkan harapan baru

THIS IS LIFE
setiap diri harus mampu tegak berdiri bertopang pada kekuatan potensi
bersandar dan bergantung pada takdir ilahi, dan menjangkari emosi dengan terangnya mimpi

THIS IS LIFE
karena waktu yang berlalu tiadaberulang,
karena kesempatan kedua tidakselalu datang,
karena masa depan ada dalamgenggaman,
karena itulah....kehidupan harus terancang.
                                   
THIS IS LIFE
marilah temukan serpihan berserak dan menyusunnya kembali bersama keping-keping kehidupan sehingga segala impian dan harapan menjadi nyata adanya.

WAKE UP!
bangunkan kembali keberanian, antusiasme, dan kepercayaan diri,
kehidupan adalah proses saling pandang
tiada keberhasilan abadi tiada pula kegagalan abadi.
yang bertahan hingga puncak hanyalah insan pembelajar sejati.

WAKE UP!
jadilah dir isendiri!
belajarlah berhenti melihat orang lain selalu lebih hebat
dewasalah!
karena menjad itua adalah pasti, menjadi dewasa adalah pilihan
kendurkan tarikan ikatan masa lalu!
siagakan diri songsong hari esok!
belajarlah hargai setiap detik yang berlalu
maknai setiap nafas yang terhembus
syukuri setiap udara yang terhirup
yakini setiap langkah yang terayun
jiwai setiap pilihan yang jatuh
melangkahlah...!
karena jutaan langkah bermula dari langkah pertama
majulah raih kehidupan lebih baik...!


                                                                                                           Aisyah Building

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Janganlah kita iri hati atas kemampuan dan kelebihan orang lain, jikalau mereka bisa, saya yakin kitapun pasti bisa pula. Jangan sekali-kali kita remehkan diri ini, karena ternyata kitapun lebih kuat dari apa yang kita bayangkan, namun diri ini tak menyadari akan sebuah kekuatan itu.

Yakinlah !!! Jikalau diri ini memiliki sebuah tekad mulia, maka sungguh pasti Allah akan tunjukkan arah petunjuk jalan dan berikan kemudahan untuk menggapainya. Allahu 'inda dzhonni abdi by" Allah akan selalu senantiasa bersama sesuai dengan perasangka hamba-Nya.

Bulatkan tekad !!! Singkirkan dan jauhkanlah diri ini dari perasaan tak mampu dan perasaan mengingkari akan datangnya sebuah pertolongan Allah subhanahu wata'ala untuk hambanya yang mau berusaha

"La tahzan !!! Innallaha ma'ana" Janganlah sekali-kali kita bersedih hati dan pesimis dikarenakan ada sebuah kekurangan diri yang ada pada kita, namun percayalah !!! asal ada sebuah tekad, usaha, dan perjuangan yang diiringi dengan do'a sesungguhnya Allah bersama kita.

"Allah merahasiakan bagi hamba-Nya tentang masa depan, untuk menguji kita agar senantiasa berprasangka baik kepada-Nya, merencanakan dengan baik segala derap langkah amalan dan aktifitas kita, selalu berupaya dan berjuang yang terbaik, dan tentunya agar kita senantiasa bersyukur terhadap nikmat kehidupan yang telah Allah berikan, dan senantiasa bersabar terhadap berbagai macam problema kehidupan yang kita hadapi. Allah memberikan ujian dan menguji kita, karena Ia maha tahu bahwa kita mampu dan bisa untuk meghadapi serta mengemban amanat suci ujian yang telah diberikan-Nya".
 Allahlah yang telah menjamin. Keberhasilan tidaklah selamanya diartikan sesempit kita dalam menilai dan memahaminya, Allah maha tahu hakikat dari sebuah keberhasilan terhadap hamba-Nya.
  "Menyerah dan putus asa itu sangatlah mudah untuk dilakukan. Tetapi, jadilah pribadi yang kuat, yang terus berjuang dan memiliki sebuah tekad serta kesungguhan, bahkan dalam keadaan yang kurang menguntungkan sekalipun kita dituntut untuk tetap berusaha, berupaya, istiqomah serta bertawakkal"

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
"Kemudian apabila kamu telah membulatkan sebuah tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya" (ali 'imron : 159)

Man jadda Wajada" Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan medapatkan apa yang ia tekadkan. Dia akan berhasil, tentunya dengan pertolongan Allah dan sesuai dengan kadar kesungguhan serta usahanya dalam mengupayakan sebuah tekad yang dimilikinya.

Selera Manusia, penilaian manusia, dan pilihan Bukanlah Menjadi Standar Allah atas sebuah kebaikan, kesuksesan dan keberhasilan

Hukum Allah tidak semuanya harus sesuai dengan selera dan harapan manusia.

Penilaian Allah amat sangatlah berbeda dengan penilaian manusia. Boleh jadi menurut kita itu adalah sebuah kesuksesan dan kebahagiaan, tetapi menurut Allah belum tentulah sama. Begitupula sebaliknya

“Diwajibkan atas kalian berperang, padahal perang itu tidak kalian sukai, bisa jadi kalian tidak menyukai sesuatu padahal itu lebih baik bagi kalian. Dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian. Dan Allah Maha Mengetahui sedangkan kalian tidaklah mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 216).

Siapakah yang lebih mengetahui. Kita ataukah Allah???

=>  Allah lah yang Maha Mengetahui.
siapakah yg menutup hati seseorang dan membukanya ? Jika tertutup hati seseorang, yang salah orang itu, atau yg menutupnya ?
=> Akal dan Logika lah yang harus dan wajib mengikuti sebuah dalil dan Syariat Allah, Bukan sebaliknya Syariat yang harus mengikuti Akal serta Logika. Yang akhirnya mereka (orang-orang yang memiliki Akal dan Logika) akan meremehkan esensi makna yang dikandung dari Syariat tersebut. Maka iapun akan beribadah semaunya (yang penting masuk akal), berfikir semaunya dll. Padahal tidaklah semuanya dapat diukur oleh Akal semata (akal fikiran dan pengetahuan manusia terbatas). Kewajiban kita hanyalah mengimaninya, taat dan mengamalkanya, bukanlah selalu mempertanyakan apa ini apa itu. Wallahul musta'an...

Ali bin abi thalib radhiyallahu 'anhu pernah mengatakan:


 "Seandainya sebuah syariat agama itu semuanya dapat diukur oleh akal manusia, maka dalam syariat perintah mengusap khuffain pada bagian bawahnya itu lebih utama daripada mengusap pada bagian atasnya" (Maka sungguh akal manusia itu amatlah sangat terbatas)

Tolak ukur Syariat adalah sesuai dengan perintah Allah dan Rasulnya. Loyalitas penuh kepada Kedua-Nya. Maka Yang bertentangan bukanlah Syariat, karena selamanya Syariat tak akan pernah bertentangan. Ada Hikmahnya !!!. Mereka Bukan Menuhankan dan Meng-Ilahkan Allah, tetapi malah sebaliknya menjadikan Akal dan Logika sebagai tuhannya. (MengLoyalitaskan diri kepada Akal semata) tanpa dilandasi dengan dua landasan yang ma'shum (Al Qur'an Dan Al Hadits). Wal Iyadzu Billah...



                                                                                              # Catatan Seorang Sahabat
                                                                                               Madinah, Selasa (21/05/13)

Selasa, 07 Mei 2013

atur waktumu!

Saat tugas tak henti-hentinya menyambangi, hidup memang terasa dikejar-kejar macan yang siap menerkam. Wuiiiihhhh.... Baru aja kelar yang satu, eh... yang lainnya udah ngantri lagi.
;-) Seperti pemandaangan kendaraan yang berlalu lalang tanpa henti-hentinya
So... apa yang harus kita lakukan jika seperti ini???!
Diam dan membiarkan waktu pergi begitu saja?
mengacukan tugas-tugas yang sudah menumpuk?
atau kejar deadline?
atau juga memenej waktu?

Masih ingat dong kalimat yang sangat terkenal dari seorang mujadid dan mujahid asal Mesir, Haasan Al-Banna. "Al-Wajibatu Aktsaru minal auqot". Yang dalam bahasa kita berarti kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang ada. nah lo.....
Ngeri....
padahal kalau dihitung-hitung ya, antara orang shalih dengan orang salah, orang alim dengan orang bodoh, orang kaya dengan orang miskin itu sama-sama dikasih waktu 24 jam atau 1.440 menit atau 86.400 detik dalam satu hari satu malam. lalu apa yang membedakan mereka? toh sama-sama dikasih waktu yang sama, tanpa ada 1 detikpun Allah ambil dari waktunya orang salah, orang bodoh dan oang miskin!

cukup mencengangkan, itu semua hanya karena perbedaan dalam mengatur waktu saja, Bagaimana agar waktu yang dimiliki itu agar betul-betul bermanfaat dan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. ;-)

Caranya?

Ada istilah melangkah by planing, yaitu salah satunya dengan menuliskan draf kerja kita  untuk hari esok (bisa sebelum tidur nulisnya), biar lebih tertata, teratur hidup kita...

Hheee...

and the next article is about Kiat-kiat melangkah by planing. Insya Allah...


Senin, 06 Mei 2013

Tersenyumlah Dunia pun Tersenyum Padamu

"Senyum yang hangat adalah bahasa
universal sebuah kebaikan" - William
Arthur Ward
Tersenyumlah, setiap kali Anda membuka mata di pagi hari.
Tersenyumlah untuk hari baru, harapan baru dan berkah baru.
Meskipun Anda sedang punya masalah, Anda selalu punya sejuta alasan untuk tersenyum. Karena jika Anda hitung,berkah Tuhan pasti lebih banyak daripada masalah yang datang kepada Anda.

Arina Sabila Al-Haq

Arina Sabila Al-Haq
apa sih itu?
So So an Arab?
ah dari pada nge-so Barat, mending Arab dong :-D.
Memang ini bukan nama asli saya, saya hanya berharap bahwa ketika tulisan ini dibaca menjadi sebuah do'a, Arina Sabila Al-Haq saya ambil dari bahasa Arab, yakni Arina=>tunjukkanlah kami, Sabila yang berarti jalan dan Al-Haq yaitu kebenaran. Dengan digabungkannya tiga kata ini menjadi sebuah nama dan ketika dilantunkan semoga menjadi sebuah do'a. Agar senantiasa Allah menunjukkan kita jalan keberan untuk menggapai Jannah-Nya.
Aamiin.
saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menguatkan dalam ukhuwwah.