Rabu, 22 Mei 2013

WAHAI DIRIKU, WAKTU TERUS BERJALAN MAJU


Waktu terus berjalan maju
selagi Dia Yang Maha Perkasa menghendaki bumi terus berotasi dan tiada satupun yang sanggup menahan terbit matahari atau menunda gulita malam tiba,
maka 24 jam selalu tersedia untuk kita jalani sepanjang hari
7 hari sepekan
4 minggu sebulan
12 bulan setahun
hingga hari ini! detik ini
maka mulailah menghitung usia masing-masing juga mengukur jarak tempuh yang sudah kita lampaui
apa saja yang sudah berhasil dan belum teraih?
sudah dan belum terlaksana?
sudah dan belum terkaji?
sudah dan belum tersimak?
sudah dan belum tertetapkan?
sudah dan belum terkumpulkan?
sudah dan belum tertemukan?
apa saja yang sudah dan belum terjawab?
dan apa yang ada pada dirimu sudahkah engkau perhatikan?
(Q.S: adz dzaariyat: 21)

THIS IS LIFE
inilah kehidupan sesungguhnya
kemarin telah menjadi sejarah, esokpun masih menyimpan misteri,
hari ini-lah saatnya menatap dan menata kehidupan
bebaskan belenggu yang menghalangi jiwa untuk berfikir merdeka
tetaplah berdiri
tegakkan bahu
tetap lurus ke depan
buka diri anda
seka air mata
usap derita nestapa
tepis ragu dan malu
tumbuhkan harapan baru

THIS IS LIFE
setiap diri harus mampu tegak berdiri bertopang pada kekuatan potensi
bersandar dan bergantung pada takdir ilahi, dan menjangkari emosi dengan terangnya mimpi

THIS IS LIFE
karena waktu yang berlalu tiadaberulang,
karena kesempatan kedua tidakselalu datang,
karena masa depan ada dalamgenggaman,
karena itulah....kehidupan harus terancang.
                                   
THIS IS LIFE
marilah temukan serpihan berserak dan menyusunnya kembali bersama keping-keping kehidupan sehingga segala impian dan harapan menjadi nyata adanya.

WAKE UP!
bangunkan kembali keberanian, antusiasme, dan kepercayaan diri,
kehidupan adalah proses saling pandang
tiada keberhasilan abadi tiada pula kegagalan abadi.
yang bertahan hingga puncak hanyalah insan pembelajar sejati.

WAKE UP!
jadilah dir isendiri!
belajarlah berhenti melihat orang lain selalu lebih hebat
dewasalah!
karena menjad itua adalah pasti, menjadi dewasa adalah pilihan
kendurkan tarikan ikatan masa lalu!
siagakan diri songsong hari esok!
belajarlah hargai setiap detik yang berlalu
maknai setiap nafas yang terhembus
syukuri setiap udara yang terhirup
yakini setiap langkah yang terayun
jiwai setiap pilihan yang jatuh
melangkahlah...!
karena jutaan langkah bermula dari langkah pertama
majulah raih kehidupan lebih baik...!


                                                                                                           Aisyah Building

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Janganlah kita iri hati atas kemampuan dan kelebihan orang lain, jikalau mereka bisa, saya yakin kitapun pasti bisa pula. Jangan sekali-kali kita remehkan diri ini, karena ternyata kitapun lebih kuat dari apa yang kita bayangkan, namun diri ini tak menyadari akan sebuah kekuatan itu.

Yakinlah !!! Jikalau diri ini memiliki sebuah tekad mulia, maka sungguh pasti Allah akan tunjukkan arah petunjuk jalan dan berikan kemudahan untuk menggapainya. Allahu 'inda dzhonni abdi by" Allah akan selalu senantiasa bersama sesuai dengan perasangka hamba-Nya.

Bulatkan tekad !!! Singkirkan dan jauhkanlah diri ini dari perasaan tak mampu dan perasaan mengingkari akan datangnya sebuah pertolongan Allah subhanahu wata'ala untuk hambanya yang mau berusaha

"La tahzan !!! Innallaha ma'ana" Janganlah sekali-kali kita bersedih hati dan pesimis dikarenakan ada sebuah kekurangan diri yang ada pada kita, namun percayalah !!! asal ada sebuah tekad, usaha, dan perjuangan yang diiringi dengan do'a sesungguhnya Allah bersama kita.

"Allah merahasiakan bagi hamba-Nya tentang masa depan, untuk menguji kita agar senantiasa berprasangka baik kepada-Nya, merencanakan dengan baik segala derap langkah amalan dan aktifitas kita, selalu berupaya dan berjuang yang terbaik, dan tentunya agar kita senantiasa bersyukur terhadap nikmat kehidupan yang telah Allah berikan, dan senantiasa bersabar terhadap berbagai macam problema kehidupan yang kita hadapi. Allah memberikan ujian dan menguji kita, karena Ia maha tahu bahwa kita mampu dan bisa untuk meghadapi serta mengemban amanat suci ujian yang telah diberikan-Nya".
 Allahlah yang telah menjamin. Keberhasilan tidaklah selamanya diartikan sesempit kita dalam menilai dan memahaminya, Allah maha tahu hakikat dari sebuah keberhasilan terhadap hamba-Nya.
  "Menyerah dan putus asa itu sangatlah mudah untuk dilakukan. Tetapi, jadilah pribadi yang kuat, yang terus berjuang dan memiliki sebuah tekad serta kesungguhan, bahkan dalam keadaan yang kurang menguntungkan sekalipun kita dituntut untuk tetap berusaha, berupaya, istiqomah serta bertawakkal"

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
"Kemudian apabila kamu telah membulatkan sebuah tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya" (ali 'imron : 159)

Man jadda Wajada" Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan medapatkan apa yang ia tekadkan. Dia akan berhasil, tentunya dengan pertolongan Allah dan sesuai dengan kadar kesungguhan serta usahanya dalam mengupayakan sebuah tekad yang dimilikinya.

Selera Manusia, penilaian manusia, dan pilihan Bukanlah Menjadi Standar Allah atas sebuah kebaikan, kesuksesan dan keberhasilan

Hukum Allah tidak semuanya harus sesuai dengan selera dan harapan manusia.

Penilaian Allah amat sangatlah berbeda dengan penilaian manusia. Boleh jadi menurut kita itu adalah sebuah kesuksesan dan kebahagiaan, tetapi menurut Allah belum tentulah sama. Begitupula sebaliknya

“Diwajibkan atas kalian berperang, padahal perang itu tidak kalian sukai, bisa jadi kalian tidak menyukai sesuatu padahal itu lebih baik bagi kalian. Dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian. Dan Allah Maha Mengetahui sedangkan kalian tidaklah mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 216).

Siapakah yang lebih mengetahui. Kita ataukah Allah???

=>  Allah lah yang Maha Mengetahui.
siapakah yg menutup hati seseorang dan membukanya ? Jika tertutup hati seseorang, yang salah orang itu, atau yg menutupnya ?
=> Akal dan Logika lah yang harus dan wajib mengikuti sebuah dalil dan Syariat Allah, Bukan sebaliknya Syariat yang harus mengikuti Akal serta Logika. Yang akhirnya mereka (orang-orang yang memiliki Akal dan Logika) akan meremehkan esensi makna yang dikandung dari Syariat tersebut. Maka iapun akan beribadah semaunya (yang penting masuk akal), berfikir semaunya dll. Padahal tidaklah semuanya dapat diukur oleh Akal semata (akal fikiran dan pengetahuan manusia terbatas). Kewajiban kita hanyalah mengimaninya, taat dan mengamalkanya, bukanlah selalu mempertanyakan apa ini apa itu. Wallahul musta'an...

Ali bin abi thalib radhiyallahu 'anhu pernah mengatakan:


 "Seandainya sebuah syariat agama itu semuanya dapat diukur oleh akal manusia, maka dalam syariat perintah mengusap khuffain pada bagian bawahnya itu lebih utama daripada mengusap pada bagian atasnya" (Maka sungguh akal manusia itu amatlah sangat terbatas)

Tolak ukur Syariat adalah sesuai dengan perintah Allah dan Rasulnya. Loyalitas penuh kepada Kedua-Nya. Maka Yang bertentangan bukanlah Syariat, karena selamanya Syariat tak akan pernah bertentangan. Ada Hikmahnya !!!. Mereka Bukan Menuhankan dan Meng-Ilahkan Allah, tetapi malah sebaliknya menjadikan Akal dan Logika sebagai tuhannya. (MengLoyalitaskan diri kepada Akal semata) tanpa dilandasi dengan dua landasan yang ma'shum (Al Qur'an Dan Al Hadits). Wal Iyadzu Billah...



                                                                                              # Catatan Seorang Sahabat
                                                                                               Madinah, Selasa (21/05/13)

Selasa, 07 Mei 2013

atur waktumu!

Saat tugas tak henti-hentinya menyambangi, hidup memang terasa dikejar-kejar macan yang siap menerkam. Wuiiiihhhh.... Baru aja kelar yang satu, eh... yang lainnya udah ngantri lagi.
;-) Seperti pemandaangan kendaraan yang berlalu lalang tanpa henti-hentinya
So... apa yang harus kita lakukan jika seperti ini???!
Diam dan membiarkan waktu pergi begitu saja?
mengacukan tugas-tugas yang sudah menumpuk?
atau kejar deadline?
atau juga memenej waktu?

Masih ingat dong kalimat yang sangat terkenal dari seorang mujadid dan mujahid asal Mesir, Haasan Al-Banna. "Al-Wajibatu Aktsaru minal auqot". Yang dalam bahasa kita berarti kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang ada. nah lo.....
Ngeri....
padahal kalau dihitung-hitung ya, antara orang shalih dengan orang salah, orang alim dengan orang bodoh, orang kaya dengan orang miskin itu sama-sama dikasih waktu 24 jam atau 1.440 menit atau 86.400 detik dalam satu hari satu malam. lalu apa yang membedakan mereka? toh sama-sama dikasih waktu yang sama, tanpa ada 1 detikpun Allah ambil dari waktunya orang salah, orang bodoh dan oang miskin!

cukup mencengangkan, itu semua hanya karena perbedaan dalam mengatur waktu saja, Bagaimana agar waktu yang dimiliki itu agar betul-betul bermanfaat dan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. ;-)

Caranya?

Ada istilah melangkah by planing, yaitu salah satunya dengan menuliskan draf kerja kita  untuk hari esok (bisa sebelum tidur nulisnya), biar lebih tertata, teratur hidup kita...

Hheee...

and the next article is about Kiat-kiat melangkah by planing. Insya Allah...


Senin, 06 Mei 2013

Tersenyumlah Dunia pun Tersenyum Padamu

"Senyum yang hangat adalah bahasa
universal sebuah kebaikan" - William
Arthur Ward
Tersenyumlah, setiap kali Anda membuka mata di pagi hari.
Tersenyumlah untuk hari baru, harapan baru dan berkah baru.
Meskipun Anda sedang punya masalah, Anda selalu punya sejuta alasan untuk tersenyum. Karena jika Anda hitung,berkah Tuhan pasti lebih banyak daripada masalah yang datang kepada Anda.

Arina Sabila Al-Haq

Arina Sabila Al-Haq
apa sih itu?
So So an Arab?
ah dari pada nge-so Barat, mending Arab dong :-D.
Memang ini bukan nama asli saya, saya hanya berharap bahwa ketika tulisan ini dibaca menjadi sebuah do'a, Arina Sabila Al-Haq saya ambil dari bahasa Arab, yakni Arina=>tunjukkanlah kami, Sabila yang berarti jalan dan Al-Haq yaitu kebenaran. Dengan digabungkannya tiga kata ini menjadi sebuah nama dan ketika dilantunkan semoga menjadi sebuah do'a. Agar senantiasa Allah menunjukkan kita jalan keberan untuk menggapai Jannah-Nya.
Aamiin.
saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menguatkan dalam ukhuwwah.

Rabu, 12 Desember 2012

MELANGKAH DARI MASA LALU


Jika Anda mengalami trauma pada masa
lalu yang begitu membekas. Trauma ini
lantas Anda gunakan sebagai 'kambing
hitam' atas keterpurukan Anda saat ini.
Anda terus terikat dengannya, meski
itu menyakitkan.

Bila Anda tak bisa lepas dari trauma,
maka coba tanyakanlah hal ini pada diri
Anda:
"Berapa banyak luka lagi yang akan
saya biarkan diderita oleh diri saya
sendiri? Apakah trauma ini pantas
menghancurkan seluruh sisa hidup
saya? Siapa yang berkuasa disini,
diri saya--ataukah trauma?"
Perhatikanlah daun-daun yang mati dan
berguguran dari pohon, ia sebenarnya
memberikan hidup baru pada pohon.
Bahkan sel-sel dalam tubuh kita pun
selalu memperbaharui diri.
Segala sesuatu di alam ini memberikan
jalan kepada kehidupan yang baru dan
membuang yang lama. Satu-satunya yang
menghalangi kita untuk melangkah dari
masa lalu adalah pikiran kita
sendiri.
Beban berat masa lalu, dibawa dari
hari ke hari. Berubah menjadi
ketakutan dan kecemasan, yang
kemudian pada akhirnya akan
menghancurkan hidup Anda sendiri.

temanku yang teguh hatinya,
ingatlah hanya seorang pemenanglah
yang bisa melihat potensi, sementara
seorang pecundang sibuk mengingat
masa lalu.
Bila kita sibuk menghabiskan waktu
dan energi kita memikirkan masa lalu
dan mengkhawatirkan masa depan, maka
kita tidak memiliki hari ini untuk
disyukuri.

Saat kita merasa sedih dan putus asa,
atau bahkan menderita, coba renungkan
keadaan di sekitar kita. Barangkali
masih banyak yang lebih parah
dibandingkan kita?
Tetaplah tegar dan percaya diri,
berpikir positif dan optimis,
berjuang terus, dan pantang mundur.
:-)

KISAH TUKANG KAYU




Seorang tukang bangunan yang sudah
tua berniat untuk pensiun dari
profesi yang sudah ia geluti selama
puluhan tahun.
Ia ingin menikmati masa tua bersama
istri dan anak cucunya. Ia tahu ia
akan kehilangan penghasilan rutinnya
namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh
istirahat. Ia pun menyampaikan
rencana tersebut kepada mandornya.
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia
akan kehilangan salah satu tukang
kayu terbaiknya, ahli bangunan yang
handal yang ia miliki dalam timnya.
Namun ia juga tidak bisa memaksa.
Sebagai permintaan terakhir sebelum
tukang kayu tua ini berhenti, sang
mandor memintanya untuk sekali lagi
membangun sebuah rumah untuk terakhir
kalinya.
Dengan berat hati si tukang kayu
menyanggupi namun ia berkata karena
ia sudah berniat untuk pensiun maka
ia akan mengerjakannya tidak dengan
segenap hati.
Sang mandor hanya tersenyum dan
berkata, "Kerjakanlah dengan yang
terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas
membangun dengan semua bahan terbaik
yang ada."
Tukang kayu lalu memulai pekerjaan
terakhirnya. Ia begitu malas-malasan.
Ia asal-asalan membuat rangka
bangunan, ia malas mencari, maka ia
gunakan bahan-bahan berkualitas
rendah. Sayang sekali, ia memilih
cara yang buruk untuk mengakhiri
karirnya.
Saat rumah itu selesai. Sang mandor
datang untuk memeriksa. Saat sang
mandor memegang daun pintu depan, ia
berbalik dan berkata, "Ini adalah
rumahmu, hadiah dariku untukmu!"
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia
sangat menyesal. Kalau saja sejak
awal ia tahu bahwa ia sedang
membangun rumahnya, ia akan
mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya,
ia harus tinggal di rumah yang ia
bangun dengan asal-asalan.
Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dengan
kehidupan Anda. Setiap kali Anda
memalu paku, memasang rangka,
memasang keramik, lakukanlah dengan
segenap hati dan bijaksana.
Sebab kehidupanmu saat ini adalah
akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari
keputusanmu saat ini.

www.AnneAhiraNewsletter.com